A Free Template From Joomlashack

A Free Template From Joomlashack

  • Tentang Kasundaan.Org
  • Baraya Sunda
  • Website Lama
  • Contact Us

Main Menu

Home
Sejarah
Budaya
Jendela
Tokoh
Sastra
Seni
Pariwisata
Paribasa
Acara
Kuliner
Ngahuma
Ubar
Lagu
Humor
Produk

Products

Buku

Login Form



  • Forgot your password?
  • Forgot your username?
  • Create an account
Sastra
Terjemahan Sanghyang Siksakandang Karesian PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Wednesday, 16 February 2011 01:51

Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian ditulis pada abad ke-15 pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna. Naskah ini berisi nasihat mengenai etika dan budi pekerti Sunda, yang disampaikan Rakyan Darmasiksa (Prabu Resi Guru Darmasiksa), Raja Sunda Galuh Pakuan ke-25, memerintah selama 122 tahun (12 tahun di Saunggalah Kuningan dan sisanya Pakuan Bogor), Penguasa Galunggung, kepada puteranya Ragasuci (Sang Lumahing Taman). Terjemahan Sanghyang Siksakandang Karesian diambil dari Buku : “ Sewaka Darma (Kropak 408), Sanghyang Siksakandang Karesian (Kropak 630), Amanat Galunggung (Kropak 632), Transkripsi dan Terjemahan” oleh Saleh Danasasmita, Ayatrohaedi, Tien Wartini, Undang Ahmad Darsa.  Diterbitkan oleh Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Direktirat Jendral Kabudayaan Dep Pendidikan Dan Kebudayaan Bandung Tahun 1987. Naskah ini dibuat pada tahun 1518 M, memakai aksara Sunda kuno.

Read more...
 
Sastra Sunda Ajip Rosidi PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Thursday, 12 November 2009 08:05

AGENDA Ajip di bidang sastera, jelas, tidak hanya terpaut pada sastera Indonesia melainkan juga pada sastera Sunda. Ada suatu periode tatkala Ajip juga turut menggubah sajak Sunda, semisal sajaknya yang terdapat dalam antologi Kandjutkundang atau dalam buku puisinya, Janté Arkidam. Namun yang lebih menonjol dari Ajip dalam hal ini, dan tetap menonjol hingga kini, kiranya adalah kegiatan-kegiatannya yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan kritik sastra Sunda. Sejak dasawarsa 1950-an ia telah menulis sejumlah besar esai berisi kritik terhadap karya sastra dan dunia kepengarangan Sunda, sebagai bagian penting dari upayanya untuk menekankan bahwa sastra Sunda harus membangun “dasar-dasar kesadaran yang lebih kokoh” sebagaimana yang dikemukakannya dalam bungarampai Bébér Layar. Kesadaran bahwa sastra Sunda adalah semacam cermin dari masyarakat Sunda. Baginya, era ketika sastera Sunda cenderung mendudukkan diri atau didudukkan sebagai semacam pelipur lara masyarakat sudah berakhir atau mesti diakhiri. Lewat kritik-kritiknya, juga lewat jalinan pergaulannya dengan para pengarang Sunda, Ajip seperti berupaya meretas jalan ke arah semangat baru dalam sastra Sunda yang ditandai dengan “kesadaran yang lebih kokoh” itu tadi.

Read more...
 
Perang Bubat PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Thursday, 12 November 2009 08:00

Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M. Peristiwa ini diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan raja Hayam Wuruk terhadap putri Citraresmi karena beredarnya lukisan putri Citraresmi di Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara.

Read more...
 
Sangkuriang Kabeurangan PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Thursday, 12 November 2009 07:56

Cerita ini bermula pada zaman dahulu kala, dikala tanah Sunda kuno dikuasai oleh seorang Raja dan Ratu yang mempunyai putri cantik dan pintar bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi adalah putri yang manja tetapi pemarah. Alkisah dilain cerita, dinegeri khayangan seorang Dewa mendapat kutukan menjadi seekor anjing dan dibuang ke bumi. Suatu pagi yang cerah Dayang Sumbi sedang asyik menenun, namun pada satu saat pintalan benangnya jatuh, Dayang Sumbi kesal akan ketelodaranya kemudian dia berucap bahwa siapa saja yang dapat mengambilkan pintalan benang itu, apa bila dia wanita maka dia akan dijadikan adiknya, sedangkan apabila dia laki - laki maka dia akan dijadikan suaminya. Begitu terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat yang membawakan pintalan benangnya adalah seekor anjing jantan hitam. Dia harus menepati janjinya, akhirnya Dayang Sumbi pun menikah dengan anjing hitam bernama si Tumang yang merupakan jelmaan dari Dewa yang terkena kutukan.

Read more...
 
Legenda Lutung Kasarung PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Thursday, 12 November 2009 07:52
Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah legenda masyarakat Sunda yang menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung adalah seekor mahkluk yang buruk rupa. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari, dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama.
Read more...
 
More Articles...
  • Mundinglaya Dikusumah
  • Si Kabayan
  • Si Kabayan, Mengabdi dan Mengabadi
  • Si Kabayan Sebagai Cerita Rakyat
  • Amanat Galunggung
  • Cara Snouck Memandang Si Kabayan
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack