|
Inspirasi Udjo bagi Dunia |
|
|
|
|
Written by Mang Kabayan
|
|
Thursday, 11 March 2010 08:51 |
|
Terinspirasi filosofi maestro angklung Daeng Soetigna, yaitu mudah, murah, mendidik, menarik, dan massal, Udjo Ngalagena (alm) terdorong mendirikan Saung Angklung Udjo. Ditambah nilai kreatif dan meriah, dari rumah kecil berukuran 8 meter x 10 meter itu kini SAU melanglang buana ke berbagai negara.
"Bapak bersama Ibu, Uum Sumiati, mulai mendirikan SAU tahun 1966. Dulu, pengunjung per bulan hanya 4-8 orang. Bapak lebih sering diundang tampil di luar," kata Taufik Udjo, putra kandung Udjo sekaligus Direktur SAU.
Akan tetapi, di tengah kesederhanaan itu, Udjo tetap total melayani pengunjung. Taufik memberi contoh, ayahnya selalu menjemput tamu yang datang dari jalan besar. Bahkan, di tengah hujan, Udjo menyediakan pelepah daun pisang untuk menghindari guyuran hujan.
|
|
Read more...
|
|
|
Festival Paduan Angklung ITB |
|
|
|
|
Written by Mang Kabayan
|
|
Thursday, 12 November 2009 07:58 |
|
Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung (KPA ITB) menggelar Festival Paduan Angklung XII ITB (FPA XII ITB) 2009, 16-21 November 2009 pukul 8.00-21.30 WIB. Kegiatan ini merupakan program kerja berupa pekan kreativitas musik angklung yang diselenggarakan untuk masyarakat domestik maupun mancanegara guna menjalin silaturahmi, berbagi isu seputar dunia angklung, dan ajang kompetisi musik angklung. FPA XII ITB digelar di area Kampus ITB dan akan dimeriahkan oleh berbagai tim serta tokoh-tokoh angklung domestik maupun mancanegara sebagai wujud nyata pelestarian eksistensi musik angklung baik nasional maupun internasional.***
Festival Paduan Angklung ITB
Rabu, 04 November 2009
|
|
Last Updated on Thursday, 19 November 2009 02:24 |
|
Written by Mang Kabayan
|
|
Wednesday, 07 July 2004 09:54 |
|
Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional. Namun karena bunyi-bunyian yang ditimbulkan dari angklung memiliki kandungan local dan internasional seperti bunyi yang bertangga nada duremi fa so la si du dan daminatilada maka angklung cepat berkembang tidak saja dipertunjukkan pada kelompok local tapi juga dipertunjukkan pada kelompok regional, nasional dan internasional. Bahkan konon khabarnya pertunjukan angklung pernah dipertunjukan didepan Para pemimpin Negara pada Konferensi Asia Afika di Gedung Merdeka Bandung pada tahun 1955.
|
|
Last Updated on Thursday, 19 November 2009 02:24 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|