A Free Template From Joomlashack

A Free Template From Joomlashack

Naskah Kuno Terancam Musnah PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Tuesday, 09 March 2010 05:17

Ratusan naskah kuno berusia ratusan tahun milik Keraton Kasepuhan dan Kanoman Cirebon terancam musnah. Tidak layaknya tempat penyimpanan ratusan naskah bersejarah tersebut merupakan faktor utama ancaman musnah tersebut.

 

Selain itu, ancaman pencurian pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap naskah kuno juga menjadi persoalan yang kerap menghantui pihak keraton. Putra Mahkota Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat yang dikonfirmasi mengakui soal kurang terawatnya naskah kuno milik Keraton Kasepuhan.

 

 

 

Menurut Arief, naskah kuno tidak mendapat perlakuan yang semestinya karena keterbatasan biaya. Sehingga pihak keraton tidak memiliki biaya untuk menyediakan sarana prasarana memadai, seperti lemari dan gedung penyimpanan representatif. Penyimpanan dan perawatan naskah kuno pun dilakukan seadanya.

 

"Naskah kuno kondisinya memang tidak terawat, tapi masih tersimpan di dalam keraton. Persoalannya, ketika ada pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri terpaksa harus lebih waspada mengamati gerak-geriknya. Sebab, takutnya naskah kuno dicuri orang yang memanfaatkan keadaan," kata Arief.

 

Menurut Arief, dari lebih dari 100 naskah kuno yang ada, di antaranya naskah peninggalan atau dibuat era Sunan Gunung Jati, panembahan, dan era sultan sepuh.

 

Bahasa dan bahan yang digunakan naskah kuno pun beragam. "Ada bahasa sansekerta, Arab pegon, bahasa Cirebon dan bahasa Arab. Bentuk lembaran-lembaran naskah kunonya pun berupa daun lontar, kertas dan kulit," tuturnya.

 

Karena orisinal dan nilai sejarah yang tinggi, menurut Arief, naskah kuno itu seharusnya mendapat perawatan dan tempat penyimpanan yang representatif. Sebab, naskah kuno harus diperlakukan (dirawat) dengan mengatur suhu saat dalam ruang penyimpanan. Selama ini naskah-naskah kuno itu disimpan pada tempat yang seadanya.

 

"Dari saya kecil sampai sekarang masih ada semua naskah kuno itu. Tapi saya tidak tahu sebelum-sebelumnya jika sampai ada yang dijual, apalagi ke pada pihak asing," ujarnya.

Dikatakan Arief, untuk menghindari kemungkinan dari upaya pencurian, pihaknya bekerjasama sejumlah pihak, salah satunya dengan perpustakaan nasional yang telah menerjemahkan sejumlah naskah kuno ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu dibuat pula dalam bentuk mikro film dan lainnya.

 

"Karena biaya yang tidak sedikit dan membutuhkan waktu lama, upaya menerjemahkan naskah-naskah kuno baru bisa dilakukan beberapa saja. Apalagi, menerjemahkan naskah kuno juga membutuhkan orang-orang yang mempunyai keahlian khusus soal naskah tersebut," katanya. (A-92/A-26).***

 

Naskah Kuno Terancam Musnah

Selasa, 09 Maret 2010 , 01:43:00

Sumber: http://pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=131813

 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack