A Free Template From Joomlashack

A Free Template From Joomlashack

Situs Makam Prabu Aji Putih Harus Diselamatkan PDF Print E-mail
Written by Mang Kabayan   
Tuesday, 24 November 2009 03:05

Meskipun akan tergenang oleh proyek bendungan Jatigede, Situs Makam Prabu Aji Putih yang terletak di Desa Cipaku akan dipertahankan keberadaannya oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. Usaha ini ditempuh untuk menjaga kelestarian budaya, khususnya budaya dan sejarah Sumedang yang nilainya akan turut hilang jika tidak dipertahankan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati ketika menghadiri upacara Hajat Lembur (Ngaruat) di Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja pada hari Minggu (9/8). Bupati juga menghadiri acara serupa di tempat yang berbeda yakni di Desa Situraja  Kecamatan Situraja di hari yang sama. Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan,  hendaknya warga masyarakat dapat mengkaji dan menggali makna dari kegiatan Hajat Lembur ini yang syarat dengan nilai-nilai dan norma-norma (tatali paranti) untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pencanangan ”Sumedang Puseur Budaya Pasundan”, yakni menjadikan budaya sebagai pembentuk karakter bangsa dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam pembangunan, ujar Wabup.  

Program ini, menurut Wabup, sebenarnya bukan hanya merupakan tanggungjawab Pemerintah semata tetapi menjadi tugas (pancen) bersama seluruh warga masyarakat sebagaimana telah diamanatkan oleh para leluhur. Jadi seluruh warga Sumedang harus merasa memiliki dan berpartisipasi dalam mewujudkannya.

Uman Adiwikarta selaku koordinator Gelar Budaya Ngaruat Lembur Desa Cipaku melaporkan bahwa kegiatan ini murni kehendak warga masyarakat yang didukung pemerintah setempat. Oleh karena itu dalam pembiayaannya berasal dari swadaya masyarakat termasuk dari para donatur.

Menurut Uman, acara ini dimaksudkan untuk:

  1. melestarikan budaya gotong royong
  2. meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar warga
  3. meningkatkan potensi wisata budaya daerah dalam mendukung ”Sumedang Puseur Budaya Pasundan”

Kades Cipaku, Didin Nurhadi, mengatakan bahwa upacara ini merupakan warisan leluhur yang syarat dengan simbol dan identitas budaya yang harus digali secara mendalam maksudnya dan  acara ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi antar sesama warga sebagai bentuk kontribusi bagi kebijakan ”Sumedang Puseur Budaya Pasundan” yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Walaupun Desa Cipaku termasuk wilayah yang akan tergenang oleh proyek Bendungan Jatigede, semangat kebersamaan masyarakat, termasuk kecintaan akan desanya, tidak turut tergenang, tetapi tetap hidup di hati masing-masing warga.

Sementara di Dusun Situraja Desa Situraja, upacara Ngaruat dimulai dengan prosesi ampih pare, yakni memindahkan hasil panen ke lumbung padi yang dilaksanakan di pagi hari. Di samping itu, warga  warga masyarakat juga menyerahkan masing-masing sebagian hasil pertaniannya untuk digelar pada acara ini, ujar Nicko Asmara, salah seorang koordinator acara.

Kedua acara tersebut masing-masing dihadiri oleh unsur pemerintahan setempat, baik dari Muspika maupun Kecamatan/Desa, LSM, tokoh seni dan budaya, tokoh masyarakat dan warga masyarakat setempat.

Sumber:http://www.sumedang.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=128:wabup-situs-makam-prabu-aji-putih-harus-dipertahankan&catid=1:beritaaartikel

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack