Home
Kembang Gadung - Bunga Dalam Seni Kebudayaan

Untuk mengenal nama-nama bunga dan maknanya dalam lagu-lagu tadi dibutuhkan pengetahuan botani lokal. Mengapa ada lagu Kembang Gadung, misalnya? Warnanya apa, bentuknya bagaimana, baunya bagaimana, kegunaan sehari-harinya buat apa? Jawaban-jawaban itu semua dapat menuntun mengapa lagu Kembang Gadung dinyanyikan di saat-saat tertentu dalam rangkaian tarian dan lagu. Atau justru maknanya pada gadung itu sendiri yang bisa bikin mabuk keracunan bagi manusia? Setara dengan trance? Lagu dan musikalitas adalah sabda, ucapan. Fungsinya adalah mantra. Yantra, mantra, mudra (sikap tangan dalam tari), adalah medium-medium Tantra. Nada-nada musik adalah kata-kata atau sikap tubuh dalam tarian (mudra) yang membentuk satu lagu atau satu tarian sebagai yantra meditasi atau mistisme. Ilmu tentang ini amat banyak dalam berbagai ajaran sekte tantris. Lalu sintren ini sebenarnya bersumber dari ajaran tantris yang mana? Apakah sintren ada hubungannya dengan kata tantra itu sendiri? Bukankah pertunjukan sintren diharapkan membawa berkah bagi penanggap dan penontonnya? Berkah apa yang diharapkan dengan nama-nama bunga yang disebut dalam sintren?

Read more...
 
Leuit - Teknologi Penyimpanan Gabah

Leuit merupakan tempat penyimpanan gabah yang memiliki kemampuan tahan cuaca, tahan hama penyakit, dan memiliki sistem tata udara yang baik sehingga gabah kering dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Leuit ini merupakan reserve/ cadangan stok gabah kering dari masyarakat Sunda yang digunakan hanya untuk keperluan besar seperti membantu tetangga yang kesusahan, dan lainnya. Untuk keperluan sehari- hari mereka menggunakan goah (gudang) gabah / beras yang letaknya didalam rumah dekat dengan dapur. Kearifan lokal yang diusung oleh leuit ini sepatutnya dikembangkan lagi agar ketahanan pangan masyarakat semakin kuat.

Read more...
 
Belajar dari Kanekes Mengelola Lingkungan

Para pengambil kebijakan PP No 2 Tahun 2008 seharusnya malu kepada kearifan lokal (local wisdom) masyarakat adat, khususnya kepada masyarakat adat Suku Baduy di Kanekes, Lebak-Banten. Masyarakat adat ini memang tidak ada yang mengenyam pendidikan dan tidak ada yang bergelar sarjana, doktor maupun professor bahkan lulus SD sekalipun, namun sikap hidup dan pranata sosial mereka terhadap perlindungan sumber daya alam jauh lebih bermartabat dan terhormat ketimbang para pengambil kebijakan PP No 2 Tahun 2008. Saya sangat beruntung, belum lama ini bisa menyaksikan langsung kehidupan Suku Baduy selama 3 hari dalam acara kunjungan belajar (study visit). Hasilnya, begitu banyak hikmah dari kearifan-kearifan lokal tentang pengelolaan sumber daya alam dari suku Baduy yang bisa kita petik bersama. Bahkan bila perlu, kearifan lokal tersebut ditransformasikan sebagai model atau blue print untuk para pengambilan kebijakan di bidang lingkungan hidup.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Results 1 - 13 of 101

Product Scroller

The Sunda Kindom of West Java
The Sunda Kindom of West Java
Rp57 200.00
Add to Cart


Polls

Kasundaan website was ....
 

Who's Online